Sabtu, 08 April 2017

Memori

0

Image result for brain memory vector
            Selamat datang kembali di postingan saya. Kali ini saya akan meriview materi tentang Memori yang ada di mata kuliah Psikologi Umum II. Kenapa saya akan membahas materi ini karena menurut saya memori sangat menarik, kita bisa tahu mengapa kita bisa teringat sesuatu, menjadi lupa, dan lain lainnya.
MEMORI
Memori adalah proses dimana kita mengodekan, menyimpan dan menarik kembali informasi (Feldman,2012). Pengodean adalah proses saat informasi dimasukkan ke penyimpanan ingatan. Penyimpanan yaitu proses informasi disimpan untuk digunakan dimasa depan. Ahli memori menyebutkan mengenai penyimpanan (storage), pemeliharaan materi yang tersimpan didalam memori. Jika materi tersebut tidak tersimpan dengan kuat, maka kita tidak akan dapat mengingatnya kembali. Memori juga terkait satu langkah terakhir—retrieval, yaitu penarikan kembali informasi yang tersimpan. Material dalam penyimpanan memori harus ditempatkan dan dibawa ke kesadaran agar berguna. Kegagalan dalam mengingat disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menarik kembali informasi yang sudah disimpan sebelumnya.
Selanjutnya ada beberapa kategori dalam pemrosesan memori yaitu
a)      Sensory Register, ini adalah tahap awal memori. Tahap ini adalah tahap yang paling singkat. Dirancang untuk mengadaakan sebuag gambar yang tepat dari pengalaman indrawi sampai dapat diproses sepenuhnya.
b)      Short Term Memory, ketika sedikit informasi yang dipilih untuk diproses lebih lanjut itu dipindahkan sensory register ke short-term memory (STM). Kita tidak perlu sengaja mentransfer informasi ke STM, umumnya, hanya memperhatikan informasi yang cukup untuk mentransfernya.
c)      Long Term Memory (LTM) adalah gudang informasi yang harus dijaga untuk jangka waktu yang lama. Tetapi LTM tidak hanya lebih tahan lama dari STM, modal tahap memori menunjukkan itu memori yang berbeda sama sekali. LTM berbeda dengna STM dalam 4 cara utama: (1) cara dimana informasi ditarik atau diingat kembali (2) bentuk dimana informasi disimpan dalam memori (3) alasan melupakan yang terjadi (4) lokasi fisik dari fungsi ini diotak.
Selain itu memori juga terbagi oleh beberapa jenis yang memiliki fungsinya masing masing yaitu
1.      Prosedural
2.      Episodik
3.      Semantik
Selanjutnya, Mengapa kita bisa lupa? Apa sebabnya sehingga kita bisa lupa? Salah satu alasan terjadinya lupa yakni kegagalan pengodean. Alasan bagi kegagalan memori adalah bahwa mungkin kita tidak pernah mengodekan informasi tersebut ke dalam memori jangka panjang terlebih dahulu atau karena faktor lain.
Ada 4 teori utama dari melupakan (Lahey,11th Edition) :
1.      Decay Theory (Teori Peluruhan) – menyatakan bahwa waktu untuk menyendiri (time alone) menyebabkan memori jejak memudar.

Memori yang tidak digunakan akan memudar secara bertahap dari waktu kewaktu. Seperti yang bisa kita lihat, melupakan lebih rumit daripada memudarkan jejak memori dan melibatkan faktor selain waktu. Namun sepertinya bagian sederhana waktu adalah alasan dari lupa, baik di kedua sensory register  dan di STM (White, 2001 dalam Lahey,11th Edition). Memori “jejak” muncul menjadi “permanen” setelah mereka sampai di LTM. Lupa tampaknya tidak terjadi di LTM karena tidak digunakan dari waktu kewaktu melainkan karena factor lain, terutama gangguan, yang membuat memori menjadi rusak.

2.      Interference Theory (Teori Inferensi) – menyatakan bahwa sebuah memori lain mengganggu mengingat

Teori ini didasarkan pada bukti yang kuat bahwa lupa di LTM tidak terjadi karena telah berlalunya waktu, tetapi, karena memori lain mengganggu penarikan (retrieval) ingatan tentang apa yang sebenarnya ingin kita coba untuk ingat, apalagi jika memori lain tersebut mirip dengan apa yang ingin kita ingat itu. Terdapat dua macam interferensi yang mempengaruhi lupa:
a.       Interferensi proaktif yaitu interferensi dimana informasi yang terlebih dahulu dipelajari mengganggu pengingatan dari materi yang lebih baru. Contohnya jika kita pertama kali mempelajari bahasa Perancis pada saat duduk kelas 10, dan kemudian di kelas 11 kita mempelajari bahasa Spanyol. Ketika duduk dikelas 12 kita mengikuti tes prestasi bahasa Spanyol, kita mungkin menemukan  kesulitan mengingat terjemahan dalam bahasa Spanyol untuk suatu kata karena yang kita ingat adalah kesamaan kata tersebut dalam bahasa Perancis (Bunting, 2006 dalam Feldmand ed 10).

b.      Interferensi retroaktif yaitu dimana terdapat kesulitan untuk mengingat informasi yang telah dipelajari sebelumnya karena kontak terbaru dengan materi yang berbeda. Contohnya jika kita mengalami kesulitan dalam tes prestasi bahasa Perancis karena kita baru saja mempelajari bahasa Spanyol, interferensi retroaktif adalah penyebabnya.
3.      Recontruction (Schema) Theory – menyatakan bahwa informasi dalam memori menjadi terdistorsi ketika kita mencoba untuk mengingat itu.

Seseorang cenderung mengingat informasi dalam bentuk Skema, bagian inti dari informasi yang terorganisasi dan disimpan dalam memori yang membelokkan cara informasi baru diinterpretasikan, disimpan, dan diingat kembali (Bartlett,1932 dalam Feldman, 10th Edition). Pendasaran kita pada skema berarti bahwa memori sering kali terdiri atas rekontruksi umum dari pengalaman pengalaman masa lalu. Bartlett berpendapat bahwa skema tidak hanya berdasarkan pada pemahaman mereka tentang situasi , harapan mereka tentang situasi, dan kesadaran mereka tentang motivasi yang mendasari perilaku orang lain.

4.      Theory of Motivated Forgetting – menyatakan bahwa kita lupa informasi yang tidak menyenangkan atau mengancam.

Beberapa tahun lalu, Sigmund Freud memberikan kesan bahwa kita lupa beberapa informasi, karena itu ancaman untuk kita dalam beberapa hal. Freud percaya bahwa kesadaran pikiran kerap kali berurusan dengan informasi yang tidak menyenangkan atau berbahaya dengan mendorong tak sadarkan diri, dengan tindakan represi. Motivated Forgetting adalah lupa yang diyakini berdasarkan sifat menjengkelkan atau yang mengancam dari informasi yang dilupakan.
            Kita akhirnya tahu betapa pentingnya memori bagi manusia karena memeori adalah salah satu proses yang dibutuhkan manusia untuk berpiir. Kita tidak akan tahu bagaimana nasib manusia nantinya jika tidak memiliki memori. Mungkinsampai disini pembahasan saya tentang memori. Terimakasih buat kalian yang masih sempat membacanya semoga kalian dapat berkunjung kembali ke blog saya. Sampai jumpa lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net